Minggu, 23 Agustus 2009

Hotel Ter.........


Liputan6.com, Sydney: Untuk para turis yang menyukai hotel dengan hal-hal "ter", hotels.com menyajikan sepuluh hotel tertinggi, terbesar, terdingin hingga terhijau di dunia. Demikian diwartakan Reuters, akhir pekan ini. Berikut daftar tersebut:

1. Hotel tertinggi: Burj Al Arab, Dubai, Uni Emirat Arab
Sampai beberapa waktu lalu, hotel tertinggi di dunia adalah Dubai's Rose Tower. Kini, yang tertinggi adalah Burj Al Arab yang menjulang sekitar 321 meter. Hotel bintang tujuh itu dibangun di atas pulau buatan manusia sekitar 280 meter dari pantai. Burj Al Arab juga menawarkan armada Rolls Royce, penutup tempat tidur Versace, dan tempat berbelanja pribadi, serta landasan helikopter.

2. Hotel terbesar (berdasarkan jumlah kamar): The Palazzo Resort Hotel and Casino, Las Vegas, Amerika Serikat
Hotel ini memiliki 8.108 kamar. Hotel ini seperti kota kecil dengan berbagai pilihan restoran, gerai fashion, kasino, dan tujuh kolam renang.

3. Hotel Tertua: Hoshi Ryokan, Komatsu, Jepang
Hotel ini telah beroperasi lebih dari 1.300 tahun. Hotel yang memiliki 100 kamar ini telah dijalankan oleh 46 generasi keluarga secara turun-temurun.

4. Hotel Termahal: Royal Villa at Grand Resort Lagonissi, Athena, Yunani
Harga kamar di hotel ini sebesar $50 ribu AS per malam. Kamar itu menghadap laut Aegean dengan kolam renang pribadi yang dilengkapi perlengkapan hidro pijat. Jet pribadi juga dihadirkan.

5. Hotel Termahal: Emirates Palace, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
Hotel Emirates Palace di Abu Dhabi yang dibuka pada 2005 ini menghabiskan $3 miliar AS untuk pembangunannya. Bangunannya menggunakan perak, emas, dan marmer di seluruh hotel. Dilengkapi 1.002 tempat lilin yang terbuat dari kristal Swarovski.

6. Hotel Dengan Kamar Terbesar: Royal Suite in the Grand Hills Hotel and Spa, Broummana, Lebanon
Royal Suite dalam Grand Hills Hotel and Spa dibuat dengan lebih dari enam lantai dengan total 8.000 meter persegi dengan setengah dari ruang santai dan sisanya dua kolam renang, taman, teras, dan paviliun.

7. Hotel Terdingin: Icehotel, Jukkasjarvi, Swedia
Icehotel memiliki kamar yang seluruhnya dibangun dari es dan salju, dihiasi dengan hiasan dan patung es. Kegiatan para tamu meliputi perjalanan dengan mobil salju, wisata cahaya utara, dan kereta luncur anjing.

8. Hotel Tertinggi (berdasarkan jumlah lantai): Park Hyatt, Shanghai, Cina
Hotel ini memiliki 79 hingga 93 lantai dengan pemandangan menghadap sungai Huangpu dan terletak di jantung kota bisnis Lujiazui di Pudong, Cina.

9. Hotel Tertinggi (berdasarkan ketinggian di atas permukaan laut): Hotel Everest View, Nepal
Hotel ini berada 3.880 meter di atas permukaan laut dan dibangun di Sagarmatha National Park. Semua kamar memiliki pemandangan ke Gunung Everest yang tegak pada ketinggian 8.848 meter. Satu-satunya akses langsung adalah menyewa helikopter.

10. Hotel Paling Ramah Lingkungan: Daintree Eco Lodge & Spa, Queensland, Australia
Daintree Eco Lodge & Spa memiliki 15 vila di Daintree Rainforest dan memiliki komitmen untuk mematuhi standar pariwisata berkelanjutan. Termasuk menggunakan tenaga surya, lampu rendah energi dan peternakan organik.(YUS)

Kamis, 20 Agustus 2009


Lagi sering - sering nongkrong di tempat ini. kebetulan suasananya Asik, dan sekarang dah punya beberapa teman baru yang gokil. disamping juga biaya nongkrong disini relatif murah..... dan bisa nyanyi2 deh ampe pagi.......

let’s coffe break !!!

Seperti biasa, hampir tiap pagi ketika menyambut pagi, saya mempunyai agenda tersendiri yang harus saya lakukan, yaitu minum secangkir kopi hangat. Hal ini mungkin sudah menjadi kebiasaan saya dari dulu. Bila sarapan tanpa didampingi secangkir kopi hangat rasanya kurang "sreg", begitulah kira-kira yang ada dalam benak saya. Setelah meminum kopi, badan terasa segar dan rasa kantukpun hilang serta tentunya semakin menambah samangat untuk menjalani hari.

Apa saya kecanduan ? hmmmm persaan tidak juga sih, ya soalnya kebiasaan saya ini masih kondisional juga, disesuaikan dengan keadaan dompet pada saat itu, apakah stabil atau krisis. Apabila situasinya sedang krisis(biasanya terjadi diakhir bulan) ya tentunya saya harus bisa mengikhlaskan hati untuk tidak melakukan rutinitas ini, dan saya masih bisa bertahan hidup tanpa kopi, itu tandanya saya tidak kecanduan kopi., iya kan?? Bila keadaan kembali stabil atau bahkan mengalami surplus keuangan sudah barang tentu saya akan kembali terjun ke rutinitasku tersebut.

Berbicara tentang kopi, saya agak tertarik juga ingin mengetahui apa sih yang terkandung dan manfaat yang kiranya bisa kita dapat dari meminum kopi. Oh iya catatan kecil ini bukan sebuah justifikasi dari saya yang mempunyai hobi minum kopi, melainkan cuma ingin sedikit sharing saja sedikit ilmu yang saya ketahui. Kalau ada yang ingin menambahkan ataupun juga menyagkal ya silakan saja. Hehe

Manfaat Kopi

Menurut analisis kedokteran, dalam kopi terdapat sejenis senyawa kimia xantin. Derivat senyawa ini meliputi kafein, teofilin, dan teobromin. Namun, kopi hanya mengandung kafein. Sedangkan teofilin terdapat dalam teh, sementara teobromin dalam coklat. Dari yang saya tahu, kafein itu ternyata dapat membantu kita untuk bisa berpikir lebih cepat loh ! Mengkonsumsi kopi juga dapat menjadi ajang melancarkan bisnis lho......hehehehe. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.

Dalam dunia kedokteran, kafein ternyata sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah kafein (sekali lagi dosis yang rendah) dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit. Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur). Kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra.


Kadar Aman Mengkonsumsi Kopi


Menurut Dra. Emma S Wirakusumah, Msc menyatakan kalau meminum kopi dalam jumlah yang cukup atau sedang tidak akan membahayakan, bahkan akan bermanfaat bagi kesehatan.

Masih menurut Dra. Emma S Wirakusumah, Msc, jumlah yang boleh dikonsumsi adalah 300 mg kafein atau setara dengan 3 cangkir kopi perhari (seklai lagi cuma 3 cangkir kopi perhari). Kecanduan terhadap kafein diperkirakan jika mengkonsumsi lebih dari 600 mg kafein atau setara dengan 5-6 cangkir kopi perhari selama 8-15 hari berturut-turut. Sedangkan dosis yang dapat berakibat fatal bagi manusia adalah sekitar 10 gram kafein atau 20-50 cangkir perhari. Jadi buat semuanya kalau sudah tahu jangan sampai kecanduan oke ! konsumsi kopi sewajarnya saja.

Yah begitulah sekilas tentang kopi. Sebenarnya masih banyak manfaat dari kopi ini (seperti kafein yang bisa untuk mencegah gigi berlubang,mengurangi derita sakit kepala,dapat mengkal radikal bebas dll), tapi kalau musti ditulis semuanya pasti kebanyakan, yang ada bukan catatan tapi malah seperti buku, hehe. So let’s coffe break !!!

Rabu, 19 Agustus 2009

Playboy?


Iseng iseng nulis tema ini karena kata ini sudah selalu saya dengar sejak kecil....
Makna Playboy yang sering kita dengar setiap harinya adalah identik dengan pria yang selalu bergonta gantipasangan, Hidung belang, dan Penjahat kelamin.
setelah saya telusuri dikit - dikit, Ternyata kata "Playboy "adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti "seorang pria yang menghabiskan kehidupannya dengan bersenang-senang".
Namun karena ulah orang - orang terdahulu (barangkali) yang merusak imeg ini hingga sangat rusak artinya ditengah masyarakat kita...........
apalagi kini kata playboy sendiri selalu di identikkan dengan sex dan esek- esek.
Ato mungkin juga karena dulu masih sedikit orang yang ngerti bahasa inggris? Maybe.....
Semuanya tergantung anda menyikapinya.....

bagi yang baca..... diharapkan opininya......piss

Selasa, 18 Agustus 2009

Selera musik dan kepribadian

Selera musik dan tipe kepribadian ternyata sangat berkaitan erat. Berdasarkan suatu riset berskala dunia, musik favorit bisa jadi merupakan cermin kepribadian diri.

Penelitian ilmiah tentang hubungan selera musik dengan kepribadian dilakukan Professor Adrian North, Dekan Fakultas Psikologi dari Heriot-Watt University. Dengan melibatkan puluhan ribu orang di seluruh dunia, ia mengklaim risetnya sebagai penelitian terbesar untuk jenis riset serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.

Hasil temuan paling menarik dari riset North adalah adanya kemiripan antara penggila musik klasik dan heavy metal . “Salah satu yang paling mengejutkan adalah adanya kesamaan antara penggemar musik klasik dan heavy metal. Mereka sama-sama kreatif, tenang tetapi tidak outgoing”. Riset ini juga sangat berguna bagi kepentingan marketing. “Jika loe memahami selera musik seseorang, maka loe akan dapat mengatakan seperti pada pribadinya, siapa dan menjual apa.

Dalam risetnya, North meminta lebih dari 36.000 partisipan dari seluruh dunia untuk merata-ratakan 104 jenis musik. Mereka juga ditanya mengenai aspek kepribadian. Riset ini masih akan berlanjut dan berencana melibatkan partisipan untuk ikut ambil bagian mengisi kuisioner singkat secara online .

Nah, Seperti apa kepribadian loe?? Berikut ini musik dan tipe kepribadian berdasarkan jenis musik kegemaran loe :

DANCE : Kreatif, outgoing, tidak gentle
BLUES : Percaya diri tinggi, kreatif, outgoing, gentle dan tenang
JAZZ : Percaya diri tinggi, kreatif, outgoing dan tenang
CLASSIC : Percaya diri tinggi, kreatif, introvert dan tenang
COUNTRY dan WESTERN : Pekerja keras, outgoing
RAP : Percaya diri tinggi, outgoing
OPERA : Percaya diri tinggi, kreatif, gentle
REGGAE : Percaya diri tinggi, kreatif, bukan pekerja keras, outgoing, gentle dan tenang
INDIE : Percaya diri rendah, kreatif, bukan pekerja keras, tidak gentle
BOLLYWOOD : Kreatif, outgoing
ROCK/HEAVY METAL : Percaya diri rendah, kreatif, bukan pekerjakeras, tidak outgoing, gentle, tenang
POP : Percaya diri tinggi, tidak kreatif, pekerja keras, outgoing, gentle, tidak tenang
SOUL : Percaya diri tinggi, kreatif, outgoing, gentle, tenang.

Pacaran...........


Tadi pas lagi asik duduk di anjungan pantai losari, saya memperhatikan orang - orang yang lagi asik menikmati suasana. ada yang duduk bersama teman ataupun pacarnya. saya lansung teringat tentang banyaknya tulisan - tulisan yang berseliweran di facebook tentang hubungan dengan pacarnya. Ada yang bahagia karena abiz jalan sama pacarnya, ada yang bingung karena gak dihubungi , dan ada juga yang meratap karena baru saja ditinggal kekasih. kata - kata seperti:

HaTiku hAmPa karna_mUu,

all things are remains of you,

HIDUP TERLALU SEMPIT UNTUK MENGINGATNYA KEMBALI...!!!


cm pngen tau apa kbr dirimuuu???

selalu mengisi status di fecebook.


kalau kita menelaah kembali tujuan dan makna pacaran itu buat apa sich?
Ketika Anda ditanya, 'sudah punya pacar?'. Dengan bangga Anda menjawab, 'sudah'. Namu bagaimana bila jawaban Anda 'belum', apa yang Anda rasakan? Rasa malu biasanya akan menghantui. Benarkah fenomena pacaran adalah suatu kebutuhan?

Jomblo-wan dan jomblo-wati acap kali di buat mati kutu oleh citra yang ditampilkan media. Tengoklah kisah-kisah di televisi, majalah, novel, bahkan syair lagu, hampir semua bercerita tentang kisah kasih orang pacaran.

benarkah seseorang belum lengkap kalo gak punya pacar?
Sehingga seolah - olah pacaran mampu mengatasi semua permasalahan. mengingat beberapa waktu yang lalu saya dan teman saya beradu argumen karena seorang kenalan yang mengeluh tentang sang pacar yang membingungkan tingkahnya......



Cinta.... alasan yang digunakan untuk semakin memperparah kebingungan kita pada makna pacaran itu sendiri.Saya sempat membaca tulisan
Erich Fromn, dalam bukunya The Art of Loving,bahwa ada empat ciri cinta, yaitu tahu, tanggung jawab, peduli dan respek. Cinta itu kekuatan, kemandirian, integritas diri yang dapat berdiri sendiri dan menanggung kesunyian. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang dapat mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh yang kita cintai

Namun cinta dan gaya pacaran jaman sekarang telah melenceng dari makna cinta itu sendiri. Cinta diantara dua insan manusia seringkali justru bersifat destruktif atau merusak.Perlakuan perlakuan seperti saling membatasi, dan makna "MEMILIKI" yang salah juga telah merusak makna cinta itu sendiri.

Mengapa perilaku pacaran menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat yang sepertinya bersifat harus? Sebuah pertanyaan yang setiap orang punya jawaban masing-masing tentunya.

Sekali lagi saya punya ungkapanyang patut kita Renungkan bersamadari Erich Fromm berikut ini, ' Cinta membutuhkan kesenangan dalam ketenangan, sebuah kemampuan untuk menikmati proses menjadi dan bukan bertindak, memiliki atau memanfaatkan '. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan inginkan apa yang tidak patut diinginkan.

Jadi , jika pacaran hanya mendatangkan derita........ haruskah itu disebut cinta?

Jumat, 24 Juli 2009

Efek musik pada tubuh Manusia

Tertarik banget baca tulisan ini yang diambil dari situsnya ikm makassar.
jadi gw posting deh di blog gue,,,,,
Mudah - mudahan dapat bermanfaat buat yang baca........hehehe,


Efek musik pada tubuh Manusia

Seringkali sebagian orang menilai bahwa jenis musik yang baik didengar itu hanya masalah selera. Namun di lain pihak kita juga menyadari, bahwa musik dapat mempengaruhi kita secara emosi, fisik, mental, dan spiritual. Jenis musik mana yang baik untuk kesehatan emosi, fisik, mental, dan spiritual sering membawa kita pada berbagai kontroversi. Pada kesempatan ini, saya akan sedikit memberikan data-data penelitian mengenai efek musik terhadap berbagai bagian dan fungsi tubuh kita, termasuk bagaimana efeknya terhadap otak, peningkatan berbagai hormon, dan hubungannya dengan ritme tubuh.
HUBUNGAN MUSIK DENGAN FUNGSI OTAK
Semua jenis bunyi atau bila bunyi tersebut dalam suatu rangkaian teratur yang kita kenal dengan musik, akan masuk melalui telinga, kemudian menggetarkan gendang telinga, mengguncang cairan di telinga dalam serta menggetarkan sel-sel berambut di dalam Koklea untuk selanjutnya melalui saraf Koklearis menuju ke otak. Ada 3 buah jaras Retikuler atau Reticular Activating System yang diketahui sampai saat ini. Pertama: jaras retikuler-talamus. Musik akan diterima langsung oleh Talamus, yaitu suatu bagian otak yang mengatur emosi, sensasi, dan perasaan, tanpa terlebih dahulu dicerna oleh bagian otak yang berpikir mengenai baik-buruk maupun intelegensia. Kedua: melalui Hipotalamus mempengaruhi struktur basal “forebrain” termasuk sistem limbik, dan ketiga: melalui axon neuron secara difus mempersarafi neokorteks. Hipotalamus merupakan pusat saraf otonom yang mengatur fungsi pernapasan, denyut jantung, tekanan darah, pergerakan otot usus, fungsi endokrin, memori, dan lain-lain. Seorang peneliti Ira Altschuler mengatakan “Sekali suatu stimulus mencapai Talamus, maka secara otomatis pusat otak telah diinvasi.”
Sebuah survey pada suatu seminar menunjukkan bahwa pendengarnya mengatakan bahwa mereka tidak mendengarkan syair dari sebuah lagu. Namun pada waktu lagu tersebut diperdengarkan, separuh dari mereka dapat melagukannya tanpa mereka sadari. Hal ini menunjukkan adanya memori dalam otak yang mampu merekam apa saja yang masuk melalui pendengarannya bersama musik, tanpa mampu dicerna oleh akal sehat. Kesimpulannya tidak ada lagu/musik yang mampu dicegah masuknya ke dalam otak kita, walaupun kita berkata “saya tidak mendengarkan syairnya”.
Seorang peneliti, Donald Hodges, mengemukakan bahwa bagian otak yang dikenal sebagai Planum Temporale dan Corpus Callosum memiliki ukuran lebih besar pada otak musisi jika dibandingkan dengan mereka yang bukan musisi. Kedua bagian ini bahkan lebih besar lagi jika para musisi tersebut telah belajar musik sejak usia yang masih sangat muda yakni di bawah usia tujuh tahun. Gilman dan Newman (1996) mengemukakan bahwa Planum Temporale adalah bagian otak yang banyak berperan dalam proses verbal dan pendengaran, sedangkan Corpus Callosum berfungsi sebagai pengirim pesan berita dari otak kiri kesebelah kanan dan sebaliknya. Seperti kita ketahui otak manusia memiliki dua bagian besar, yaitu otak kiri dan otak kanan. Walaupun banyak peneliti mengatakan bahwa kemampuan musikal seseorang berpusat pada belahan otak kanan, namun pada proses perkembangannya proporsi kemampuan yang tadinya terhimpun hanya pada otak kanan akan menyebar melalui Corpus Callosum kebelahan otak kiri. Akibatnya, kemampuan tersebut berpengaruh pada perkembangan linguistik seseorang. Dr. Lawrence Parsons dari Universitas Texas San Antonio menemukan data bahwa harmoni, melodi dan ritme memiliki perbedaan pola aktivitas pada otak. Melodi menghasilkan gelombang otak yang sama pada otak kiri maupun kanan, sedangkan harmoni dan ritme lebih terfokus pada belahan otak kiri saja. Namun secara keseluruhan, musik melibatkan hampir seluruh bagian otak. Dr. Gottfried Schlaug dari Boston mengemukakan bahwa otak seorang laki-laki musisi memiliki Cerebellum (otak kecil) 5% lebih besar dibandingkan yang bukan musisi. Kesemua ini memberikan pengertian bahwa latihan musik memberikan dampak tertentu pada proses perkembangan otak.
MUSIK DAN PRODUKSI HORMON
Mary Griffith, seorang ahli fisiologi, mengemukakan bahwa hipotalamus mengontrol berbagai fungsi saraf otonom, seperti bernapas, denyut jantung, tekanan darah, pergerakan usus, pengeluaran hormon tiroid, hormon adrenal cortex, hormon sex, bahkan dapat mengontrol seluruh metabolisme tubuh kita. Sebuah studi menemukan adanya peningkatan Luteinizing Hormone (LH) pada saat mendengarkan musik. LH adalah suatu hormon sex yang merangsang pematangan sel telur.
Penelitian lain oleh Satiadarma (1990) dilakukan dengan cara mengukur suhu kulit menggunakan alat Galvanic Skin Response (GSR). Pada saat subyek penelitian mendengarkan musik hingar-bingar, maka suhu kulit lebih rendah dari pada suhu basal (suhu normal individu tersebut tanpa musik). Sebaliknya, ketika musik lembut diperdengarkan, suhu kulit meninggi dari biasanya. Hal ini menunjukkan adanya suatu hormon stress yang dilepaskan oleh otak, yaitu Adrenalin, yang dapat mempengaruhi bekerjanya pembuluh darah di kulit untuk vasokonstriksi (menyempit) atau vasodilatasi (melebar). Pada kondisi stress, adrenalin banyak dikeluarkan dan pembuluh darah kulit menyempit, sehingga suhu kulit menurun. Kesimpulannya adalah jenis musik hingar-bingar dapat menyebabkan kita stress, sedangkan musik lembut memiliki efek menenangkan.
Penelitian oleh Ann Ekeberg menunjukkan pengaruh jenis musik terhadap denyut jantung. Siswa di sebuah sekolah menjadi subyek penelitian dan mereka diukur kecepatan denyut nadinya sebelum mendengar musik. Kemudian musik jenis hard rock diperdengarkan selama 5 menit. Semua siswa harus tetap duduk tenang di kursi mereka. Pada akhir tes, denyut nadi diperiksa kembali dan dicatat. Hasilnya adalah peningkatan denyut nadi sebesar 7-12 denyut per menit. Tore Sognefest, seorang Master in Music dari Academy of Music, Bergen, Norway, melakukan tes yang serupa terhadap siswa di sekolahnya. Musik dari grup AC/DC, “Hell’s Bells” diperdengarkan dan hasilnya denyut nadi meningkat 10 denyut per menit, sedangkan waktu “Air” dari Bach dimainkan, denyut nadi menurun 5 denyut per menit. Kesimpulannya, walaupun pendengar duduk diam di kursinya, energi yang berlebihan dari musik rock tetap akan mempengaruhi jantung untuk berdetak lebih cepat. Itu sebabnya pendengar musik rock sangat sulit untuk duduk diam bila mendengar musik yang mempercepat denyut jantung. Energi yang terakumulasi akan mencari jalan untuk dilepaskan.
Selain meningkatkan denyut jantung, tekanan darahpun dapat meningkat oleh adanya adrenalin. Hal ini juga akan kembali meningkatkan produksi adrenalin, karena tubuh yang berada dalam keadaan stress, berusaha untuk mengatasinya dengan memproduksi lebih banyak adrenalin agar alert/waspada. Jika denyut stress ini berlangsung terus menerus, misalnya pada sebuah konser rock yang panjang, maka jumlah adrenalin yang diproduksi menjadi berlebihan, dan tubuh tidak mampu lagi untuk membuang kelebihan ini. Sebagian kelebihan adrenalin ini akan diubah oleh tubuh menjadi zat kimia lain yang dikenal dengan adrenochrome (C9H9O3N). Sebenarnya senyawa ini adalah suatu obat psikotropika yang mirip dengan LSD, Mescaline, STP, dan Psylocybin. Beberapa tes menunjukkan bahwa zat ini menimbulkan suatu ketergantungan, seperti obat-obat lainnya. Jadi tidaklah aneh bila orang ‘high’ dalam sebuah konser rock, memasuki kondisi trance dan kehilangan kontrol diri. Sebagaimana dalam semua keadaan ketergantungan / adiksi, maka akan terjadi toleransi. Musik yang sama yang semula dapat menimbulkan rasa excitement, sekarang tidak lagi memuaskan. Dibutuhkan kepuasan yang lebih tinggi, dibutuhkan musik yang lebih keras, lebih kacau dan lebih tidak beraturan. Dimulai dengan soft rock, kemudian rock’n'roll, dan dilanjutkan menjadi heavy metal rock.
David Noebel, meneliti bahwa nada bass dengan getaran frekuensi rendah bersama-sama dengan dentuman drum, mempengaruhi cairan serebrospinal, yang akan mempengaruhi kelenjar Pituitary di otak. Kelenjar ini memiliki fungsi sekresi berbagai hormon tubuh.
Peneliti lain di Denver, Colorado, Amerika Serikat membandingkan berbagai macam efek oleh berbagai jenis musik terhadap tanaman. Tanaman-tanaman itu ditempatkan di dalam lima buah rumah tanaman yang identik. Tanah, cahaya, dan kondisi air dibuat persis sama satu sama lain dan jenis tanamannya pun sama. Selama beberapa bulan peneliti memperdengarkan jenis musik yang berbeda pada masing-masing rumah tanaman tersebut. Rumah pertama, karya Bach; yang kedua, musik India; yang ketiga, hard rock; yang keempat, musik country dan Barat; sedangkan yang kelima, tidak diperdengarkan musik apapun. Hasilnya, di rumah tanaman yang hanya diperdengarkan musik hard rock, tidak ada hasil pertumbuhan sama sekali. Pertumbuhan berhenti dan tidak mau berbunga. Di rumah tanaman yang dengan musik Bach dan India, tanaman nampak hijau, tumbuh dengan subur, sehat, dan berbunga banyak. Tanaman yang mendengarkan musik country dan Barat tumbuh sama seperti tanaman yang tidak diperdengarkan musik, pertumbuhannya biasa saja dengan jumlah bunga normal. Tentunya tidak ada hubungan emosional pada tanaman, namun pasti terjadi sesuatu melalui frekuensi gelombang suara yang mempengaruhi laju pertumbuhan mereka. Kalau musik mempunyai pengaruh yang sangat dalam terhadap organisme sederhana seperti itu, apa pengaruhnya terhadap sistem yang lebih kompleks? Musik juga dikenal sebagai wahana terapi. Sejak zaman dahulu dikenal penyembuhan fisik dan mental melalui musik. Daud memainkan kecapi sambil menyanyi untuk menyembuhkan Raja Saul yang sedang gundah. Musik juga dipakai oleh Raja Philip V dari Spanyol, Raja George II dari Inggris, dan Raja Ludwig II dari Bavaria untuk penyembuhan. O’Sullivan (1991) mengemukakan bahwa musik mempengaruhi imaginasi, intelegensi dan memori, di samping juga mempengaruhi hipofisis di otak untuk melepaskan endorfin. Endorfin kita ketahui dapat mengurangi rasa nyeri, sehingga dapat mengurangi penggunaan obat analgetik, juga menurunkan kadar katekolamin dalam darah, sehingga denyut jantung menurun. Mornhinweg (1992) meneliti 58 subyek sehat untuk menilai jenis musik mana yang menurunkan stress. Musik klasik ternyata memberikan efek relaksasi yang dapat dibuktikan secara statistik dibandingkan dengan musik “new age”. Musik yang menenangkan ini juga dipakai dalam pengobatan penderita infark miokard (serangan jantung), pasien sebelum operasi, bahkan untuk menurunkan stress pasien yang menunggu di ruang tunggu praktek.
HUBUNGAN MUSIK DENGAN RITME TUBUH
Sesungguhnya manusia adalah mahluk yang ritmik. Ada siklus gelombang pada otak, siklus tidur, denyut jantung, sistem pencernaan, dan lain-lain yang kesemuanya bekerja dalam satu ritme. Fenomena ritmik ini bukan hanya terjadi pada manusia, tetapi pada hampir semua mahluk hidup, termasuk tumbuh-tumbuhan. Bila ada gangguan terhadap ritme tubuh ini, maka dapat terjadi berbagai penyakit, seperti diabetes, kanker, dan gangguan pernapasan. Peneliti David A. Noebel menemukan bahwa ritme musik rock dapat mengganggu kadar insulin dan kalsium dalam tubuh. Sumber makanan otak kita didapat dari gula dalam darah, namun bila darah lebih banyak dialirkan ke organ lainnya, maka otak akan kekurangan gula. Dengan demikian daya pikir dan pertimbangan moral juga menjadi tumpul. Tidak heran bila orang mendengar musik rock dalam sebuah konser, mereka dapat berbuat apa saja, tanpa pertimbangan. Jantung manusia berdenyut 70-80 kali per menit dengan teratur, denyut jantung bila didengar dengan stetoskop akan berbunyi DUG-dug-…… Bunyi pertama lebih keras, bunyi kedua lebih lemah, diikuti fase istirahat. Musik yang baik memiliki ritme DUG-dug-DUG-dug untuk 4/4 dan DUG-dug-dug untuk 3/4. Ini adalah jenis irama yang sehat, karena sesuai dengan ritme tubuh. Musik rock memiliki ritme yang terbalik, dug-DUG-dug-DUG. Ritme yang lebih keras jatuh pada ritme ke-dua dan ke-empat. Atau dug-dug-DUG, sehingga ritme keras jatuh pada ritme ke-tiga, dikenal dengan istilah “back beat”/anapestic beat. Ritme keras bahkan dapat jatuh pada sembarang tempat, disebut sebagai “break beat”. Ritme demikian berbahaya bagi tubuh, karena berlawanan dengan ritme tubuh yang sehat.
Menurut John Diamond, seorang dokter di New York, ritme yang berlawanan dengan ritme tubuh akan mengganggu sinkronisasi antara kedua sisi otak, dengan demikian simetri antara otak kiri dan kanan tidak ada lagi. Ia mencoba memperdengarkan musik rock pada pekerja pabrik, ternyata produktivitas menurun. Dibutuhkan jenis musik dengan ritme tertentu untuk dapat meningkatkan produktivitas pekerja, bila musik yang dipilih salah, maka pasti akan berefek buruk. Dalam laboratorium ia mencoba memberi beban pada lengan pria dan ternyata mampu menahan sampai 45 pound. Namun bila musik rock didengarkan, maka kemampuan itu menurun. Peneliti lain dari Stanford University mencatat hubungan antara otak, otot dan musik untuk menghasilkan pekerjaan yang baik. Sebuah alat mengukur gelombang elektrik dari otot para wanita pekerja; musik didengarkan dan gelombang otot dicatat. Musik dengan ritme tidak teratur menghasilkan gelombang elektrik otot yang tampak seperti orang yang tidak pengalaman bekerja dengan tangannya. Namun dengan musik yang ritmenya teratur, gelombang elektriknya menunjukkan gelombang seperti pekerja yang pengalaman, sehingga efisiensi kerja bertambah.
Peneliti lain mencoba merekam gelombang otak selama diperdengarkan ritme anapestic, terjadi gangguan pada gelombang alfa otak, sehingga terjadi “switching”. Switching adalah sebuah fenomena yang timbul pada orang dewasa yang sakit jiwa/gila (skizofrenia), di mana orang tersebut akan menjadi seperti anak kecil dan berjalan seperti hewan melata/reptil (merangkak dengan kaki-tangan bersamaan sisi, yang seharusnya berlawanan). Bila hubungan otak kanan dengan kiri berjalan normal, maka seperti bayi normal akan merangkak dengan kaki-tangan berlawanan sisi. Gerakan orang yang mendengar musik rock sering “bopping”, yang juga merupakan gerakan sesisi/homolateral. Ternyata tidak semua musik rock memiliki ritme anapestik, musik klasikpun ada yang memiliki ritme demikian. Finale pada lagu Rite of Spring dari Igor Stravinsky, memiliki ritme ini. Pada pertama kalinya lagu ini dimainkan dalam konser di Paris tahun 1913, terjadi kerusuhan dan pengrusakan gedung konser. Hanya dalam waktu 10 menit telah mulai terjadi perkelahian.
Peneliti lain menggunakan tikus sebagai subyek penelitian. Studi ini dilakukan dengan memperdengarkan musik dengan bunyi yang tidak beraturan dan dengan suara drum yang terus menerus. Tikus-tikus ini pada akhirnya bukan saja mengalami kesulitan belajar dan gangguan memori, namun juga perubahan struktur sel-sel otak. Neuron menunjukkan adanya kerusakan “wear and tear” karena stress. Diambil suatu kesimpulan, bahwa ritme-lah yang dapat mengganggu keseimbangan otak, bukan melodi atau harmoni. Setiap mahluk hidup memiliki ritme, bila harmoni ritme ini diganggu oleh suatu disharmoni, maka akan timbul efek yang merusak. Nordwark (1970) dan Butler (1973) melaporkan bahwa stimulasi auditorik yang terjadi terus menerus akan menyebabkan terjadinya adaptasi. Suara kereta yang terus menerus akan menyebabkan respons inhibisi/menghambat pada sistem pendengaran. Reaksi adaptasi ini terjadi dalam waktu 3 menit dan baru dapat hilang setelah periode pemulihan selama 1-2 menit. Musik bila akan digunakan sebagai pengobatan, harus mampu merangsang pelepasan endorfin. Bila terjadi inhibisi, maka proses ini tidak terjadi.